Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 23 April 2026 dan Renungan Harian Katolik Injil Yohanes 6:44-51

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Kamis 23 April 2026.

Kalender Liturgi hari Kamis 23 April 2026 adalah Hari Biasa Pekan III Paskah, dengan Warna Liturgi Putih.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Kamis 23 April 2026:

Bacaan Pertama: Kis. 8:26-40

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi.

Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”

Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?”

Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?”

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”

(Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”)

Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 66:8-9,16-17,20

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!

Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.

Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.

Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan Injil: Yohanes 6:44-51

Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: “Dan mereka semua akan diajar oleh Allah.” Dan setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Hal itu tidak berarti bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup.

Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.

Inilah roti yang turun dari sorga: barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristrus.

Renungan Harian Katolik Kamis 23 April 2026

Saudara-saudari terkasih,

dalam Bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan sesuatu yang sangat dalam: tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya jika tidak ditarik oleh Bapa. Artinya, iman bukan sekadar hasil usaha manusia, melainkan sebuah rahmat—sebuah undangan halus dari Allah yang bekerja di dalam hati kita, sering kali tanpa kita sadari.

Dan undangan itu sering hadir dalam cara yang sederhana. Dalam Bacaan Pertama, kita melihat bagaimana Filipus dipanggil untuk pergi ke jalan yang sunyi. Tidak ada keramaian, tidak ada kepastian besar. Hanya ketaatan. Namun justru di tempat yang sepi itu, ia berjumpa dengan seorang yang sedang mencari Tuhan dengan tulus—seorang Etiopia yang membaca Kitab Suci tetapi belum mengerti.

Bukankah ini juga gambaran hidup kita? Banyak dari kita “sedang membaca,” sedang mencari makna hidup, sedang berusaha memahami Tuhan, tetapi sering kali merasa belum mengerti sepenuhnya. Ada pertanyaan, ada kebingungan, ada kerinduan yang belum terjawab.

Di sinilah Tuhan bekerja. Ia mengutus “Filipus-Filipus” dalam hidup kita—bisa berupa orang lain, pengalaman hidup, bahkan pergumulan kita sendiri—yang membantu kita semakin dekat kepada-Nya. Dan sebaliknya, kita pun dipanggil untuk menjadi seperti Filipus: peka, hadir, dan berani mendekati sesama yang sedang mencari.

Yesus kemudian berkata, “Akulah roti hidup.” Ini bukan sekadar simbol. Ini adalah undangan untuk hidup yang sejati. Di dunia sekarang, kita sering “makan” banyak hal: ambisi, pengakuan, kesuksesan, bahkan hiburan tanpa henti. Namun semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan hati manusia.

Hanya Kristus yang mampu mengisi kekosongan terdalam kita. Hanya Dia yang memberi hidup yang tidak habis oleh waktu, tidak rapuh oleh keadaan. Tetapi untuk mengalami itu, kita perlu “makan” Dia—artinya menerima, percaya, dan membiarkan hidup kita diubah oleh-Nya.

Perhatikan juga sikap sida-sida itu. Ketika ia memahami dan percaya, ia tidak menunda. Ia berkata, “Apa halangannya aku dibaptis?” Ia langsung merespons rahmat Tuhan. Iman bukan hanya untuk dipikirkan, tetapi untuk dijalani.

Sering kali kita tahu apa yang baik, tahu apa yang Tuhan kehendaki, tetapi kita menunda. Menunggu waktu yang “tepat,” menunggu situasi yang “ideal.” Padahal Tuhan bekerja hari ini, saat ini, dalam hidup kita yang nyata—dengan segala keterbatasannya.

Saudara-saudari, renungan hari ini mengajak kita untuk jujur: apakah kita sungguh terbuka pada tarikan Tuhan? Apakah kita mau memberi ruang bagi-Nya untuk mengisi hidup kita? Dan apakah kita berani merespons dengan nyata, bukan hanya dalam kata, tetapi dalam tindakan?

Tuhan tidak pernah jauh. Ia sedang menarik kita—pelan, sabar, penuh kasih. Tinggal apakah kita mau mendekat dan percaya. Amin.

Doa Penutup

Tuhan, tariklah hatiku agar semakin dekat kepada-Mu di tengah kesibukan dan kebingungan hidup. Ajarku mengenali kehadiran-Mu dalam hal sederhana dan dalam sesama. Beri aku iman yang hidup, keberanian untuk bertindak, dan hati yang terbuka untuk diubah oleh kasih-Mu setiap hari. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Harga BBM Non-Subsidi Disesuaikan per April 2026, Berikut Jenis yang Mengalami Kenaikan

BBM alias bahan bakar minyak itu udah jadi kebutuhan wajib banget di kehidupan sehari-hari, apalagi di Indonesia. Nah, di...

More Articles Like This

Favorite Post